Lisensi
Dokumen:
Copyright
© 2011 http://greenbel.wordpress.com Seluruh
dokumen di http://greenbel.wordpress.com dapat digunakan,
dimodifikasi dan disebarkan
secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat
tidak menghapus
atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan
dalam setiap
dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali
mendapatkan ijin terlebih
dahulu dari http://greenbel.wordpress.com.
Sejarah
Android
Sebelum
kita belajar bagaimana programming Android alangkah baiknya kita
pelajari sejarah Android
itu terlebih dahulu. Pada sub judul pertama ini akan dibahas terlebih
dahulu sejarah Android dari
awalnya memiliki sendiri perusahaan tersebut sampe bisa dibeli oleh
perusahaan mesin pencari no
1
saat ini. Ya Anda benar.. Google jawabannya. Ok langsung saja kita
mulai.
Android
adalah sistem operasi untuk telepon seluler berbasis Linux sebagai
kernelnya. Saat
ini Android bisa disebut raja dari smartphone. Mengapa Android begitu
pesat perkembangan
di era saat ini? Karena Android menyediakan platform terbuka (Open Source)
bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri.
Awalnya, perusahaan search engine
terbesar saat ini, yaitu Google Inc. membeli Android Inc. , pendatang
baru yang membuat peranti lunak
untuk ponsel. Android, Inc. didirikan oleh Andy Rubin, Rich Milner,
Nick Sears dan Chris White pada
tahun 2003. Pada Agustus 2005 Google membeli Android Inc. Kemudian
untuk mengembangkan Android
dibentuklah Open Handset Alliance konsorsium dari 34 perusahaan
hardware, software dan telekomunikasi,
termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualqomm, T-Mobile dan
Nividia.
Pada
saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open
Handset Alliance
menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat
seluler. Di lain pihak, Google
merilis kode–kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi
perangkat lunak dan standar terbuka
perangkat seluler.
Android
memiliki dua distributor, yaitu Google Mail Service (GMS) dan Open
Handset Distributor (OHD).
GMS adalah distributor Android yang mendapatkan dukungan penuh dari
Google, sedangkan OHD
adalah distibtor Android tanpa dukungan langsung dari Google. Saat
ini sudah banyak bermunculan vendor-vendor untuk smartphone, yaitu
diantaranya : HTC, Motorola,
Samsung, LG, HKC, Huawei, Archos, Webstation Camangi, Dell, Nexus,
SciPhone, WayteQ, Sony
Ericsson, Acer, Philips, T-Mobile, Nexian, IMO, Asus dan lainnya
vendor yang meproduksi smartphone
Android. Mengapa saat ini sudah banyak bermunculan vendor smartphone
yang telah disebutkan
tadi? Karena sistem operasi Android bersifat open source sehingga
saat ini bermunculan verndor
smartphone sebanyak itu.
Android
menjadi pesaing utama dari produk smartphone lainnya seperti Apple
dan BlackBerry. Pesatnya
pertumbuhan Android karena Android adalah platform yang sangatlah
lengkap baik dari segi sistem
operasinya, aplikasi dan tools pengembangannya, market yang menyimpan
berbagai aplikasi serta
ditambah dengan berbagai dukungan oleh komunitas open source di
dunia, sehingga Android berkembang
pesat hingga saat ini, baik dari segi teknologi maupun dai segi
jumlah device di dunia. Taukah
Anda pada Juni 2011 lalu Google mengumumkan bahwa rata-rata aktivasi
Android device per hari
mencapai setengah juta unit. Woww,, begitu spesialnya dimata pecinta
Android sehingga para pengguna
smartphone memilih Android sebagai smartphone.
Mengapa
Android ???
Mengapa
Android??? Ya itu adalah sub judul kita yang kedua pada tutorial
pengenalan Android ini.
Mengapa Android saat ini menjadi platform mobile pertama yang
lengkap, terbuka dan bebas? Berikut
alasannya :
Lengkap
(Complete Platform) : Android dikatakan lengkap karena Android
menyediakan tools untuk
membangun software yang sangat lengkap dibanding dengan platform
lain. Para pengembang
dapat melakukan pendekatan yang komprehensif ketika mereka
mengembangkan suatu
aplikasi pada platform Android.
Terbuka
(Open Source Platform) : Platform Android diciptakan dibawah lisensi
open source, dimana
para pengembang bebas untuk mengembangkan aplikasi pada platform ini.
Android menggunakan
Linux kernel 2.6.
Bebas
(Free Platform) : Android adalah platform mobile yang tidak memiliki
batasan dalam mengembangkan
aplikasinya. Tidak ada lisensi dalam mengembangkan aplikasi Android. Android
dapat didisribusikan dan diperdagangkan dalam bentuk apapun.
Pengembangan
Dalam
pengembangan aplikasi Android biasanya para pengembang (developer Android)
menggunakan Eclipse sebagai Integrated Development Environment (IDE). IDE
merupakan program komputer yang memiliki beberapa fasilitas yang
diperlukan dalam
pembangunan perangkat lunak. Eclipse tersedia secara bebas untuk
merancang dan
mengembangkan aplikasi Android. Eclipse merupakan IDE terpopuler
dikalangan developer
Android, karena Eclipse memiliki Android plug-in lengkap yang
tersedia untuk
mengembangakn aplikasi Android. Selain itu, Eclipse juga mendapat
dukungan langsung dari Google
untuk menjadi IDE pengembangan Android, membuat project Android di
mana source software langsung
dari situs resminya Google. Selain Eclipse dapat pula menggunakan IDE
Nebeans untuk pengembangan
aplikasi Android. Namun menurut saya Anda lebih baik menggunakan
Eclipse, karena akan
dipermudah saat melakukan pengcodingan.
Sampai
saat ini Eclipse memiliki 4 versi package, yaitu : Indigo Package,
Helios Package, Galileo Package,
Ganymade Package, dan Europa Package. Dari total download pada situs
resmi Eclipse yaitu http://www.eclipse.org/
sebanyak 988,945 pengunduh Eclipse Classic Indigo pertanggal 20
Agustus 2011.
Aplikasi
Android dapat dikembangkan pada sistem operasi, diantaranya :
- Windows XP, Vista dan 7
- Mac OS X atau lebih baru
- Linux
The
Dalvik Virtual Machine (DVM)
Ok
sekarang kita lanjut bahas salah satu feature yang tersedia pada
platform Android. Android berjalan
di dalam DVM bukan pada Java Virtual Machine (JVM) yang saya kira
selama ini. Menurut saya banyak
kesamaan antara DVM dan JVM, namun DVM memiliki feature yang lebih
baik dibandingkan dengan
JVM untuk perangkat mobile. Menurut buku yang say abaca DVM adalah
register bases sementara
JVM adalah stack based, DVM didesain dan ditulis Dan Bornsten dan
beberapa engineers Google
lainnya. Dalam mengatasi fungsionalitas tingkat rendah DVM
menggunakan kernel Linux untuk keamanan,
threading, proses dan manajemen memori. Itu memungkinan kita
menggunakan bahasa C / C++
dalam membuat aplikasi sama halnya dengan OS Linux kebanyakan. Oleh
karena itu kita harus kita harus
memahami arsitektur dan proses daru kernel Linux yang digunakan dalam
Android tersebut.
Para
pengembang tidak perlu khawatir bila ia tidak memiliki device
Android, karena Android memiliki
virtual machine untuk eksekusi aplikasi. DVM mengeksekusi executeable
file, artinya sebuah format
yang dioptimalkan untuk memastikan memori yang digunakan sangatlah
kecil. Mengapa bisa seperti
itu? Karena executeable file mengubah kelas bahasa Java dan
dikompilasi dengan menggunakan tools
yang sudah ada.
Android
SDK ( Software Development Kit )
Android
SDK merupakan sebuah tools yang diperlukan untuk mengembangkan
aplikasi berbasis Android
menggunakan bahasa pemrograman Java. Pada saat ini Android SDK telah
menjadi alat bantu dan
API ( Application Programming Interface ) untuk mengembangkan
aplikasi bebasis Android. Android SDK
dapat Anda lihat dan unduh pada situs resminya, yaitu
http://www.developer.android.com/. Android
SDK bersifat gratis dan bebas Anda distribusikan karena Android
bersifat open source.
Arsitektur
Android
Berikut
adalah garis besar pada arsitektur yang Android miliki :
- Applications dan widget
- Aplications Frameworks
- Libraries
- Android Run Time
- Linux Kernel
Jenis
Komponen pada aplikasi Android
Android
memiliki 6 jeni pada aplikasi :
- Activities
- Service
- Broadcast Receiver
- Content Provider
Versi
Android
Berikut
adalah perkembangan versi Android :
Android
versi awal ( 2007 – 2008 )
Pada
September 2007 Google mengajukan hak paten aplikasi telepon seluler.
Google mengenalkan
Nexus One, salah satu jenis telepon pintar GSM yang menggunakan
Android pada sistem
operasinya. Telepon seluler ini diproduksi oleh HTC Corporation dan
tersedia di pasaran pada
5 Januari 2010. Pada
9 Desember 2008, diumumkan anggota baru yang bergabung dalam program kerja Android
ARM Holdings, Atheros Communications, diproduksi oleh Asustek
Computer Inc, Garmin
Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp, dan Vodafone Group Plc.
Seiring pembentukan
Open Handset Alliance, OHA mengumumkan produk perdana mereka,
Android, perangkat
bergerak (mobile) yang merupakan modifikasi kernel Linux 2.6. Sejak
Android dirilis telah
dilakukan berbagai pembaruan berupa perbaikan bug dan penambahan
fitur baru. Smartphone
yang memakai sistem operasi Android adalah HTC Dream, yang dirilis
pada 22
Oktober 2008. Pada penghujung tahun 2009 diperkirakan di dunia ini
paling sedikit terdapat 18
jenis telepon seluler yang menggunakan Android.
Android
versi 1.1
Pada
9 Maret 2009, Google merilis Android versi 1.1. Android versi ini
dilengkapi dengan pembaruan
estetis pada aplikasi, jam alarm, voice search (pencarian suara),
pengiriman pesan dengan
Gmail, dan pemberitahuan email.
Android
versi 1.5 ( Cupcake )
Pada
pertengahan Mei 2009, Google kembali merilis telepon seluler dengan menggunakan
Android dan SDK (Software Development Kit) dengan versi 1.5
(Cupcake). Terdapat
beberapa pembaruan termasuk juga penambahan beberapa fitur dalam
seluler versi ini
yakni kemampuan merekam dan menonton video dengan modus kamera,
mengunggah video ke
Youtube dan gambar ke Picasa langsung dari telepon, dukungan
Bluetooth A2DP, kemampuan
terhubung secara otomatis ke headset Bluetooth, animasi layar, dan
keyboard pada
layar yang dapat disesuaikan dengan sistem.
Android
versi 1.6 ( Donut )
Donut
(versi 1.6) dirilis pada September dengan menampilkan proses
pencarian yang lebih
baik dibanding sebelumnya, penggunaan baterai indikator dan kontrol
applet VPN. Fitur lainnya
adalah galeri yang memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang akan
dihapus; kamera,
camcorder dan galeri yang dintegrasikan; CDMA / EVDO, 802.1x, VPN,
Gestures, dan Text-to-speech
engine; kemampuan dial kontak; teknologi text to change speech (tidak
tersedia pada
semua ponsel; pengadaan resolusi VWGA.
Android
versi 2.0 / 2.1 ( Éclair )
Pada
3 Desember 2009 kembali diluncurkan ponsel Android dengan versi
2.0/2.1 (Eclair),
perubahan yang dilakukan adalah pengoptimalan hardware, peningkatan
Google Maps 3.1.2,
perubahan UI dengan browser baru dan dukungan HTML5, daftar kontak
yang baru, dukungan
flash untuk kamera 3,2 MP, digital Zoom, dan Bluetooth 2.1. Untuk
bergerak cepat dalam persaingan perangkat generasi berikut, Google
melakukan investasi
dengan mengadakan kompetisi aplikasi mobile terbaik (killer apps -
aplikasi unggulan). Kompetisi
ini berhadiah $25,000 bagi setiap pengembang aplikasi terpilih.
Kompetisi diadakan selama
dua tahap yang tiap tahapnya dipilih 50 aplikasi terbaik. Dengan
semakin berkembangnya dan semakin bertambahnya jumlah handset
Android, semakin
banyak pihak ketiga yang berminat untuk menyalurkan aplikasi mereka
kepada sistem operasi
Android. Aplikasi terkenal yang diubah ke dalam sistem operasi
Android adalah Shazam, Backgrounds,
dan WeatherBug. Sistem operasi Android dalam situs Internet juga
dianggap penting untuk menciptakan aplikasi Android asli, contohnya oleh MySpace dan
Facebook.
Android
versi 2.2 ( Froyo : Frozen Yoghurt )
Pada
20 Mei 2010, Android versi 2.2 (Froyo) diluncurkan.
Perubahan-perubahan umumnya
terhadap versi-versi sebelumnya antara lain dukungan Adobe Flash
10.1, kecepatan kinerja
dan aplikasi 2 sampai 5 kali lebih cepat, intergrasi V8 JavaScript
engine yang dipakai Google
Chrome yang mempercepat kemampuan rendering pada browser, pemasangan
aplikasi dalam
SD Card, kemampuan WiFi Hotspot portabel, dan kemampuan auto update
dalam aplikasi Android
Market.
Android
versi 2.3 ( Gingerbread )
Pada
6 Desember 2010, Android versi 2.3 (Gingerbread) diluncurkan.
Perubahan- perubahan
umum yang didapat dari Android versi ini antara lain peningkatan
kemampuan permainan
(gaming), peningkatan fungsi copy paste, layar antar muka (User
Interface) didesain ulang,
dukungan format video VP8 dan WebM, efek audio baru (reverb,
equalization, headphone
virtualization, dan bass boost), dukungan kemampuan Near Field
Communication (NFC),
dan dukungan jumlah kamera yang lebih dari satu.
Android
versi 3.0 / 3.1 ( Honeycomb )
Android
Honeycomb dirancang khusus untuk tablet. Android versi ini mendukung ukuran
layar yang lebih besar. User Interface pada Honeycomb juga berbeda
karena sudah didesain
untuk tablet. Honeycomb juga mendukung multi prosesor dan juga
akselerasi perangkat
keras (hardware) untuk grafis. Tablet pertama yang dibuat dengan
menjalankan Honeycomb
adalah Motorola Xoom. Perangkat tablet dengan platform Android 3.0
akan segera hadir
di Indonesia. Perangkat tersebut bernama Eee Pad Transformer produksi
dari Asus. Rencana
masuk pasar Indonesia pada Mei 2011.
Android
versi 4.0 ( Ice Cream )
Android
versi 4.0 akan dirilis akhir tahun 2011. Setelah
kita ketahui versi Android ini perlu diketahui bahwa nama lain dari
versi-versi tersebut diambil
oleh Google dari nama makanan penutup.
Referensi
:
http://id.wikipedia.org/wiki/Android_%28sistem_operasi%29 Buku
Pemrograman Aplikasi Mobile Smartphone dan Tablet Berbasis Android,
Nazzaruddin Safaat
H
Diambil
Dari (Widianto Pratama. Biasa disapa dengan widi atau widianto. Kini
sedang studi kuliah
di Universitas Gunadarma, Depok, Jurusan Teknik Informatika, angkatan 2009.
Menyukai programming Android dan Web Design. Ingin menjadi seorang developer
Android.)


0 komentar:
Poskan Komentar